Sejak kecil saya diajari kromo inggil oleh Bapak dan Ibu.
Yang menarik adalah, ketika interaksi sosial saya semakin bertambah dengan melibatkan tetangga, teman bermain, teman sekolah dan guru, berapa banyak dari kita yang membiasakan berbicara memakai  kromo inggil?
Lalu karena kita tidak dibiasakan memakai kromo inggil, berapa banyak dari kita yang menguasai kromo inggil?
Kromo Inggil

Tentang kromo inggil, orang yang menguasai kromo inggilpun kadang melupakan berbicara kromo inggil dengan memakai bahasa yang lain dalam berbicara di keseharian.
Lantas kesalahan ada pada saya, Bapak, Ibu, tetangga, teman bermain, teman sekolah atau guru?
Jangan-jangan kita melupakan diri bahwa bahasa adalah kebiasaan sehingga kromo inggil yang tidak kita biasakan menjadi bahasa yang terasingkan.
Senasib dan sepenanggungan Huruf dan Tulisan Jawapun nasibnya tidak terlalu jauh berbeda.
Huruf Jawa


0 komentar:

Posting Komentar

Sumonggo Panjenengan Isi Komentar nanging ingkang Sopan nggih