Ketika Ibu guru menanyakan kepada saya dan teman-teman, tentang cita-cita maka ada yang menjawab :
Untuk melihat cita-cita anak SD silakan:
1. Menjadi Dokter
Dokter
2. Menjadi Insinyur
Insinyur
3. Menjadi Pilot
Pilot
4. Menjadi Perawat
Perawat
5. Menjadi Bidan
Bidan
6. Menjadi Tentara
Tentara
7. Menjadi Polisi
polisi
dan menjadi profesi lainnya.
Ketika giliran saya menyebutkan cita-cita, "Saya ingin mempekerjakan teman-teman semua", tiba-tiba suasana kelas menjadi ramai.
Ada yang berpendapat, kalau punya cita-cita yang jelas, jangan yang aneh-aneh.
Ada yang berpendapat pula, kalau punya cita-cita yang umum saja.
Dan masih banyak pendapat yang lain, tetapi kebanyakan mengatakan hu.....
Lalu Ibu guru menambahi, betul apa kata teman-temanmu.

Dalam hal cita-cita yang menarik adalah berapa banyak dari kita yang memiliki cita-cita yang tidak jelas, aneh-aneh dan tidak umum?
Lalu karena cita-cita kita dikondisikan agar memiliki profesi atau tepatnya bekerja, berapa banyak teman-teman kita yang memiliki cita-cita mempekerjakan pekerja?

Tentang cita-cita, teman-teman yang pandaipun kadang mengabaikan bahwa kepandaiannya seharusnya digunakan untuk mempekejakan pekerja, bukan hanya menjadi pekerja?

Lantas kesalahan ada pada saya. teman-teman atau Ibu Guru.
Jangan-jangan teman-teman malah takut memiliki cita-cita mempekerjakan pekerja.

2 komentar:

  1. Untuk referensi mengenai pengasuhan dan khususnya memupuk cita-cita anak sejak dini, silahkan mampir di sini:


    http://id.theasianparent.com/memupuk-cita-cita-anak-sejak-dini/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih mbak Tya Vega atas informasinya, saya langsung ke TKP.

      Hapus

Sumonggo Panjenengan Isi Komentar nanging ingkang Sopan nggih